Ad

6/8/12

Gowes Ke Curug Luhur-Bogor

Intro dulu yah..
Pada tgl 27 Mei 2012, aku mengikuti acara sepeda sehat yg diselenggarakan oleh korpri Setjen DPR-MPR–DPD RI. Dengan bermodal sepeda onthel tua butut, aku bersama anakku yg masih duduk di kelas 1 SD mendaftar ikut acara itu. Alhamdulillah, pada sesi bagi-bagi hadiah doorprize, menjelang akhir pengundian dimana tinggal tersisa 2 sepeda gunung Wim Cycle type Maxxis, nomer undianku keluar juga. Senangnya.. Terima kasih ya Wim Cycle yg telah mau mensponsori..





Hadiah door prize sepeda gunung Maxiss
Seminggu setelah mendapat door prize sepeda itu, aku berniat ingin menjajal kemampuan menungganginya. Kebetulan sebulan sebelumnya, ketika sedang bersepeda dgn onthel bututku ke Monas di hari minggu, aku ketemu kawan lama yg hobi bersepeda. Dia mengajakku jalan2 dengan sepeda ke Curug Luhur-Bogor. Saat itu aku menyetujui saja, walau sebenarnya aku sangat ragu dengan kemampuanku. Yah, aku sendiri jarang sekali bersepeda dan juga jarang berolahraga. Memang kadang aku suka lari/jalan pagi ke senayan setelah sholat shubuh. Tapi itupun ga rutin, kalau lagi mau saja. Pokoknya jarang2 lah..
Setelah mendapat door prize, aku mengontek temanku kapan bisa merealisasikan rencana ke Curug Luhur Bogor. Karena kami sama2 pedagang kebutuhan se-hari2, jadi kami mempunyai waktu yg fleksibel. Akhirnya kami sepakati pada hari biasa saja, hari rabu tgl 6 Juni 2012 kami pilih. Namun sayang pada hari senin tgl 4 Juni sore dia menelponku minta diundur karena sedang kurang fit. Waduh, mana aku sdh menolak tugas ke Bandung utk hari selasanya dgn alasan sdh janji mau bersepeda ke Bogor. O ya aku juga mempunyai pekerjaan sampingan sebagai freelance teknisi jaringan LAN & Telpon. Kutelepon kantor apa tugas ke Bandung masih bisa kuambil kembali, sdh dialihkan ke teman mas, katanya.
Tanggung, mumpung aku libur, akhirnya aku bertekad menjalani juga jalan ke Curug Luhur seorang diri. Jadilah aku seorang gowesrut..(gowes carut-marut) he3..
Waktu merencanakan perjalanan bersama teman, rencana kami menggowes sepeda sampai Bogor. Untuk menghindari kelelahan, kami berencana menginap satu malam di Bogor. Esok paginya baru kami lanjutkan perjalanan ke Curug Luhur. Sorenya kami tiba kembali di Bogor, dan dari Bogor kami naik bis berikut sepedanya ke jakarta. Namun karena teman batal (minta diundur), aku menyusun ulang rencana tersebut.
Berbekal bbrp bungkus mie instant dan ½ kg telor buat makan di rumah teman nanti, air kemasan botol 1,5 ltr, dan dua setel pakaian salin, pada hari rabu jam 8.30 aku berangkat dari rumah di sekitaran slipi menuju Parung Bogor. Gowesrut bermaksud menginap satu malam di rumah teman saja di Parung Bogor. Maksudnya sih biar ada teman ngobrol gitu loh. Klo nginep di Bogor kan aku cuma planga-plongo sendirian. Dengan mengambil rute jalan arteri pejompongan-pondok indah- lebak bulus, pasar ciputat belok kanan, pamulang lewat danau terus, masuk perumahan Serpong Indah dan keluar melalui perumahan nirwana indah, belok kiri, pertigaan bukit dago belok kanan sampai ketemu jalan raya Parung-Puspitek, belok kanan sedikit, belok kiri masuk perumahan griya husada asri. Sampailah gowesrut di rumah teman jam 11.30

Sampai di rumah teman, mejeng dulu.. 

Perjalanan 3 jam yg cukup melahkan dan pantatpun serasa panassss... Untuk memulihkan tenaga, gowesrut menginap satu malam di sini.
Tapi keputusanku ini salah besar, karena ternyata gowesrut mengalami kelelahan fisik yg sangat amat keesokan harinya.
Mengapa? Baca aza Gowes ke Curug Luhur part 2 ya..

0 komentar:

Post a Comment